SEPETA: Hak Pekerja Platform Hanya Bisa Diperjuangkan Melalui Organisasi yang Kuat
Tangerang, 18 Juli 2026 — Serikat Pengemudi Transportasi Indonesia (SEPETA)
menggelar Konsolidasi Pimpinan dan Anggota dengan mengusung tema “Memperkuat Persatuan Organisasi dalam
Memperjuangkan Perlindungan Pekerja Platform serta Menuju Federasi Nasional
SEPETA.” Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat arah perjuangan
organisasi sekaligus menyatukan langkah para pengemudi ojek online (ojol),
pengemudi taksi online, dan kurir platform dalam memperjuangkan hak-hak pekerja
digital di Indonesia.
Konsolidasi dihadiri oleh pimpinan
dan anggota SEPETA dari berbagai daerah. Selain mempererat soliditas internal
organisasi, forum ini juga menjadi ruang untuk membahas berbagai perkembangan
kebijakan yang berkaitan langsung dengan kehidupan pekerja platform, baik di
tingkat nasional maupun internasional.
Dalam sambutannya, Ketua Umum
SEPETA, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa kekuatan organisasi tidak semata-mata
ditentukan oleh jumlah anggota, tetapi oleh persatuan dan kesolidan seluruh
kader dalam memperjuangkan kepentingan bersama. Menurutnya, tantangan yang
dihadapi pekerja platform semakin kompleks dan tidak mungkin dihadapi secara
individual.
“Persatuan dan kesolidan seluruh jajaran pimpinan dan
anggota merupakan kebutuhan mutlak untuk meraih cita-cita mulia organisasi.
SEPETA harus menjadi rumah perjuangan bagi seluruh pekerja platform untuk
memperjuangkan pengakuan, perlindungan sosial, kebebasan berserikat, serta hak
untuk berunding secara kolektif,”
tegas Iwan.
Ia menjelaskan bahwa perjuangan
SEPETA tidak hanya berfokus pada penyelesaian persoalan jangka pendek, tetapi
juga diarahkan untuk membangun organisasi yang mampu mendorong perubahan
kebijakan secara berkelanjutan. Menurutnya, pekerja platform membutuhkan
organisasi yang kuat agar mampu memperjuangkan regulasi yang memberikan
kepastian hukum, perlindungan sosial, dan hubungan kerja yang lebih adil.
Membahas
Isu Strategis Pekerja Platform
Dalam konsolidasi tersebut, peserta
membahas sejumlah isu strategis yang saat ini menjadi perhatian utama para
pengemudi dan kurir platform. Salah satunya adalah implementasi kebijakan
pemotongan komisi aplikasi maksimal 8 persen.
SEPETA kembali menegaskan bahwa
kebijakan tersebut harus benar-benar diterapkan tanpa dibarengi berbagai bentuk
potongan tambahan maupun skema biaya lain yang pada akhirnya tetap mengurangi
pendapatan pengemudi.
Bagi SEPETA, pembatasan potongan
aplikasi tidak boleh berhenti sebagai kebijakan administratif semata. Kebijakan
tersebut harus mampu meningkatkan kesejahteraan pekerja platform dan
menciptakan hubungan yang lebih seimbang antara perusahaan aplikasi dengan para
pengemudi.
Selain persoalan potongan aplikasi,
forum konsolidasi juga membahas perkembangan penyusunan standar ketenagakerjaan
internasional bagi pekerja platform melalui pembahasan Konvensi ILO C193. SEPETA
menilai proses tersebut menjadi momentum penting bagi lahirnya pengakuan yang
lebih kuat terhadap status pekerja platform di tingkat global.
Organisasi ini berpandangan bahwa
pengakuan terhadap pekerja platform harus diikuti dengan jaminan atas hak-hak
dasar ketenagakerjaan, seperti perlindungan sosial, keselamatan dan kesehatan
kerja, kebebasan berserikat, hak untuk berunding bersama, perlindungan dari
diskriminasi, hingga transparansi algoritma yang digunakan perusahaan platform
dalam menentukan pembagian order maupun sistem penilaian terhadap pekerja.
Menuju
Federasi Nasional SEPETA
Agenda penting lainnya dalam
konsolidasi adalah pembahasan percepatan pembentukan Federasi Nasional SEPETA.
Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memperkuat posisi tawar pekerja
platform dalam memperjuangkan kebijakan yang lebih berpihak kepada jutaan
pengemudi dan kurir di Indonesia.
Melalui federasi, SEPETA berharap
dapat memperluas jaringan organisasi di berbagai daerah, meningkatkan kapasitas
kader, memperkuat advokasi kebijakan, serta membangun solidaritas antarpekerja
platform secara nasional.
Komitmen tersebut kemudian
ditegaskan bersama oleh seluruh peserta konsolidasi. Mereka menyatakan kesiapan
untuk terus memperkuat persatuan organisasi, memperluas keanggotaan,
meningkatkan pendidikan dan kaderisasi, serta membangun gerakan serikat pekerja
yang demokratis, mandiri, dan berpihak pada kepentingan pekerja platform.
Bagi SEPETA, konsolidasi ini bukan
sekadar agenda organisasi, melainkan langkah strategis dalam membangun fondasi
perjuangan jangka panjang. Organisasi meyakini bahwa pengakuan dan perlindungan
yang adil bagi pekerja platform hanya dapat diwujudkan melalui persatuan,
solidaritas, dan organisasi yang kuat.
Ajakan
Bersatu untuk Seluruh Pekerja Platform
Menutup kegiatan konsolidasi, Ketua
Umum SEPETA Iwan Setiawan mengajak seluruh pengemudi ojek online, pengemudi
taksi online, maupun kurir platform di Indonesia untuk bergabung dalam
organisasi serikat pekerja dan memperkuat gerakan bersama.
“Saya mengajak seluruh pekerja platform di Indonesia untuk
tidak berjalan sendiri-sendiri. Tantangan yang kita hadapi hari ini semakin
besar, sehingga hanya dengan persatuan, solidaritas, dan organisasi yang kuat
kita dapat memperjuangkan hak-hak kita. Mari bergabung bersama Serikat
Pengemudi Transportasi Indonesia (SEPETA), memperkuat barisan, membangun
Federasi Nasional SEPETA, dan bersama-sama memperjuangkan pengakuan sebagai
pekerja platform, perlindungan sosial yang menyeluruh, kebebasan berserikat,
hak berunding bersama, serta hubungan kerja yang adil dan bermartabat.”
Menurut Iwan, pembentukan Federasi
Nasional SEPETA bukan sekadar upaya memperbesar organisasi, melainkan bagian
dari strategi untuk memperkuat posisi tawar pekerja platform dalam
memperjuangkan kebijakan yang benar-benar berpihak kepada para pengemudi dan
kurir.
“Perjuangan ini adalah perjuangan bersama. Ketika kita
bersatu, suara kita akan semakin kuat. Ketika organisasi kita semakin besar dan
solid, maka harapan menghadirkan keadilan bagi pekerja platform akan semakin
dekat menjadi kenyataan,” tutup Iwan
Setiawan.




Posting Komentar untuk "SEPETA: Hak Pekerja Platform Hanya Bisa Diperjuangkan Melalui Organisasi yang Kuat"